Notification

×

Tag Terpopuler

Tokoh Masyarakat Sagulung Tegas: Lahan Sekolah Milik Anak Didik, Bukan Lahan Bisnis Pihak Luar

Tuesday, 14 July 2026 | July 14, 2026 WIB Last Updated 2026-07-16T03:04:12Z

Foto Tokoh Masyarakat Sagulung Saptono.,S.H.,M.H. Menyoroti Keberadaan Dapur MBG dan Menara Tower yang berada Didalam lingkungan Sekolah SMK.N.5 Batam

Tokoh Masyarakat Sagulung Tegas: Lahan Sekolah Milik Anak Didik, Bukan Lahan Bisnis Pihak Luar


Soroti Keberadaan Dapur MGB dan Menara Pemancar yang Menguasai Aset Pendidikan di SMKN 5 Batam


BATAM, LIPUTANARSANTA.COM- (14 Juli 2026) Tokoh Masyarakat Sagulung Sekretaris LPM Provinsi Saptono.,S.H.,M.H. menyampaikan sikap resmi terkait perjuangan penerimaan siswa baru dan pemanfaatan aset lahan sekolah. Pernyataan ini disampaikan melalui pesan voice note lewat whatshapp sebagai kesepakatan bersama dalam upaya mencari solusi yang tetap berpegang pada aturan namun tegas menjaga kepentingan pendidikan .

 

"Kita sepakat, posisi kami sifatnya membantu dan memperjuangkan hak, namun tidak bisa memaksakan perubahan terhadap regulasi atau aturan yang sudah ditetapkan. Jika ketetapan sudah keluar, sulit untuk diubah, kecuali masukan itu disampaikan sebelum aturan disahkan. Itu pelajaran penting bagi kita ke depannya: sebelum masa Penerimaan Peserta Didik Baru dimulai, Komite bersama tokoh masyarakat, Rt/Rw harus sudah duduk bersama Dinas Pendidikan dan Kepala Sekolah untuk menyampaikan usulan penambahan kuota wilayah domisili," ujar Saptono.

 

Ditegaskan pula, memaksakan perubahan kuota saat ini justru akan menzalimi siswa yang sudah diterima sesuai ketentuan resmi. "Selain itu, jika daya tampung ruang kelas memang belum bertambah, penambahan jumlah siswa secara paksa juga tidak akan menyelesaikan masalah fasilitas," tambahnya.

 

Namun terkait penggunaan lahan sekolah, Ketua Komite menegaskan sikap yang tidak bisa ditawar: "Kita sepakat memperjuangkan agar setiap jengkal lahan sekolah murni diperuntukkan pendidikan, bukan untuk kepentingan lain atau bisnis."

 

Khususnya keberadaan fasilitas Dapur MGB dan menara pemancar/Tower di dalam lingkungan sekolah menjadi sorotan utama. "Keberadaan bangunan semacam itu sudah menyimpang dari fungsi utama lahan sekolah. Seharusnya lahan seluas itu dimaksimalkan untuk dibangun ruang kelas baru atau bengkel kerja(Workshop) praktek yang sangat dibutuhkan siswa. Jika ingin mengelola usaha atau fasilitas pendukung, seharusnya berdiri di atas lahan sendiri atau menyewa tempat di luar lingkungan sekolah, seperti yang banyak dilakukan di pusat perbelanjaan atau ruko," tegasnya.

 

Saptono.,S..H.,M.H. meminta kejelasan transparansi: "Kita ingin tahu pembagian keuntungannya bagaimana, apakah ada kontribusi nyata yang masuk ke kas sekolah? Berapa hasil dari sewa menara dan operasional dapur tersebut? Karena jika hanya menguntungkan pihak pengelola luar namun lahan pendidikan semakin sempit, maka hal itu tidak bisa kita biarkan terus berlanjut."

 

Sebagai langkah ke depan tokoh masyarakat sagulung akan menyampaikan kepada Dinas Pendidikan Provinsi agar aset negara benar-benar terjaga dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemajuan pendidikan anak-anak Batam bukan untuk bisnis pihak luar.

(zul-Hsb)

×
Berita Terbaru Update