Notification

×

Tag Terpopuler

Reses Bukti Kerja Nyata: Anggota DPRD Kota Batam, M. Syafei, S.T.,M.M. Perjuangkan Aspirasi Warga Kavling Kamboja Ke Pemerintah Kota Batam

Friday, 31 July 2026 | July 31, 2026 WIB Last Updated 2026-07-31T07:05:23Z

Foto Anggota DPRD Kota Batam Bapak Muhammad Syafei, S.T.,M.M. Bersama Tokoh masyarakat RT,RW, dan warga RW 15 Kavling Kamboja Dalam Kegiatan Reses Masa Persidangan III Tahun 2026

Reses Bukti Kerja Nyata: Anggota DPRD Kota Batam M. Syafei, S.T.,M.M. Perjuangkan Aspirasi Warga Kavling Kamboja Ke Pemerintah Kota Batam


BATAM, LIPUTANARSANTA.COM-(30 JULY 2026)- Kehadiran Anggota DPRD Kota Batam, Muhammad Syafei, S.T.,M.M. Dalam kegiatan Reses Masa Persidangan III Tahun 2026 di Kavling Kamboja, RT 07 RW 15, Kelurahan Sungai Pelunggut, Kecamatan Sagulung Kota Batam. disambut antusiasme sekaligus luapan keluhan ratusan warga, Jumat Malam, (30/7/2026)

 

Forum yang digelar langsung di tengah pemukiman ini bertujuan menghapus sekat antara wakil rakyat dan konstituen, agar suara warga tersampaikan utuh tanpa perantara. Muhammad Syafei, menegaskan, reses bukan sekadar seremoni, melainkan kewajiban mendengar realita yang dialami masyarakat di lapangan.

 

"Kami datang ke sini bukan untuk berpidato, tapi untuk mendengar. Apa yang Bapak Ibu sampaikan hari ini adalah amanah yang akan kami bawa ke ruang rapat dewan, dan kami desak pemerintah kota untuk segera menindaklanjutinya," tegas Syafei.

 

Tiga Masalah Krusial yang Mendesak Diselesaikan

 

Dari dialog terbuka, terungkap tiga persoalan mendasar yang telah membebani warga selama bertahun-tahun namun belum tersentuh solusi nyata:

 

1. Kosongnya Fasilitas Umum

Kawasan Kavling Kamboja hingga kini tak memiliki satu pun fasilitas umum layak. Tidak ada balai warga untuk pertemuan, ruang terbuka hijau, maupun tempat berkumpul. Warga terpaksa meminjam halaman rumah warga lain setiap kali harus menyelenggarakan kegiatan bersama.

2. Jalan Gelap Rawan Kejahatan

Banyak titik jalan lingkungan masih tertutup kegelapan total di malam hari. Kondisi ini sangat meresahkan, mengancam keamanan warga, terutama anak-anak yang pulang mengaji dan pekerja yang pulang shift malam.

3. Puskesmas Pembantu Tak Kunjung Berfungsi

Warga juga mengeluhkan puskesmas pembantu di wilayah tersebut yang seolah "mati suri" dan belum beroperasi sama sekali. Akibatnya, warga harus menempuh perjalanan jauh hingga ke Puskesmas Sungai Langkai hanya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dasar.

 

Muhammad Syafei mencatat satu per satu keluhan tersebut dan berjanji akan menjadikannya prioritas dalam pembahasan anggaran serta pengawasan pelaksanaan pembangunan tahun 2027.

 

"Kami akan perjuangkan alokasi anggaran yang tepat dan memanggil OPD terkait untuk menjelaskan keterlambatan penanganan ini. Warga berhak mendapatkan pelayanan dan fasilitas yang layak di mana pun mereka tinggal," tegasnya.

 

Kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan seragam untuk tim hadrah setempat dan foto bersama. Warga berharap janji yang disampaikan tidak berhenti di sini, melainkan segera berwujud proyek yang terlihat dan dirasakan manfaatnya.


Reses Masa Persidangan III ini dijadwalkan selesai dalam waktu dekat, dan seluruh usulan warga akan menjadi bahan utama penyusunan program kerja serta anggaran Kota Batam tahun mendatang. (Zul-Hsb)

×
Berita Terbaru Update