![]() |
| Foto Jalan Menuju PT Marcopolo Shipyard Kelurahan Sungai Pelunggut Kecamatan Sagulung Kota Batam |
Jalan Yang Menghabiskan Anggaran Miliaran Rupiah Berubah Jadi Tumpukan Sampah, Kinerja DLH Batam Dipertanyakan ?
BATAM, LIPUTANARSANTA.COM – (23 Juli 2026) – Nasib ruas jalan yang dibangun dengan anggaran mencapai Rp5,06 Miliar di Kecamatan Sagulung, Kota Batam, kini memilukan. Jalan yang semula mulus dan diharapkan menjadi penggerak akses warga, justru berubah fungsi tak wajar menjadi tempat pembuangan sampah liar yang mengkhawatirkan publik.
Proyek pembangunan jalan ini dikerjakan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam pada Oktober 2022 silam, dengan total anggaran yang tercatat sebesar Rp5.065.626.926. Kala itu, proyek berjalan di masa kepemimpinan Yus Masnur sebagai Kepala DBMSDA, serta Dohar Mangalando Hasibuan selaku Kepala Bidang di instansi tersebut.
Dulu diharapkan menjadi akses vital yang memperlancar mobilitas warga sekaligus mendongkrak perekonomian kawasan menuju lingkungan PT Marcopolo Sphiyard, kini jalan itu berubah menjadi pemandangan memalukan. Pantauan awak media di lokasi, tumpukan sampah mulai dari kantong plastik hitam, sisa makanan, kardus, hingga limbah rumah tangga menumpuk tebal dan menutupi sebagian badan jalan. Aroma busuk menyengat tercium hingga jarak puluhan meter, apalagi saat suhu udara memanas.
Keluhan warga pun memuncak. Agus, warga sekaligus pengemudi ojek online yang melintas setiap hari, menyatakan kondisi ini sudah berlangsung bertahun-tahun.
“Dulu jalannya bagus sekali, hasil kerja yang terlihat. Tapi sekarang mau lewat saja harus tahan napas. Pernah dibersihkan, tapi sekejap kembali penuh sampah karena tak ada yang menindak tegas,” ungkap Agus, Rabu (21/7/2026).
Warga lain yang enggan menyebut nama turut menyayangkan pemborosan uang negara. “Rp5 miliar bukan uang receh, itu hasil kerja keras rakyat. Tapi infrastruktur yang seharusnya dinikmati bersama, kini jadi sumber penyakit dan pemandangan kotor. Yang paling ironis, yang kini menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) adalah Dohar Mangalando Hasibuan – orang yang dulunya memegang jabatan penting saat jalan ini dibangun. Seharusnya dia yang paling tahu nilai aset ini, bukan membiarkannya hancur begitu saja,” tegas warga tersebut.
Warga menuntut langkah nyata secepatnya: pembersihan menyeluruh, pemasangan papan peringatan tegas, pemasangan kamera pengawas, hingga penjadwalan pengangkutan sampah yang teratur. Tanpa penanganan serius, dikhawatirkan kerusakan jalan akan semakin parah dan menimbulkan berbagai masalah kesehatan bagi warga sekitar.
Hingga berita ini diturunkan, awak media meminta tanggapan kepada Kepala DLH Batam Dohar Mangalando Hasibuan terkait kelalaian dan langkah penanganan yang akan diambil. Hingga berita ini di tayangkan awak media menunggu jawaban maupun penjelasan resmi dari Kepala DLH Kota Batam.
Publik pun kini mempertanyakan: apakah anggaran miliaran rupiah hanya sekadar untuk proyek sesaat, tanpa tanggung jawab pemeliharaan dan pengawasan jangka panjang? Dan sampai kapan instansi terkait akan bungkam melihat aset negara terbuang sia-sia?
(Zul-Hsb)
