![]() |
| Foto: Jalan Masuk Masjid Al-Mukhlisin Perum MKGR Amblas Rusak Parah |
Jalan Masuk Masjid Al-Mukhlisin Amblas Parah, Warga MKGR Kibing Tuntut ABH Bertanggung Jawab Penuh
Batam,Rabu,22/04/2026.Liputanarsanta.com– Kemarahan warga memuncak menyikapi kondisi jalan yang semakin memprihatinkan di kawasan Perumahan MKGR RT 04/RW 07, Kelurahan Kibing. Jalan yang menjadi akses utama menuju Masjid Al-Mukhlisin kini amblas parah dan berlubang dalam, diduga kuat akibat kebocoran pipa air bersih milik PT Air Batam Hilir (ABH) yang dibiarkan berlarut-larut sejak sebulan lalu.
Berdasarkan pantauan di lapangan, air yang terus menerus merembes dan mengalir sejak tanggal 30 Maret 2026 telah menggerogoti struktur tanah di bawah badan jalan. Akibatnya, permukaan jalan mengalami penurunan drastis dan membentuk lubang besar yang sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama saat hujan atau di malam hari.
“Ini bukan jalan biasa, ini akses utama warga dan jalan menuju rumah ibadah. Kondisinya sekarang sangat mengerikan dan membahayakan. Kami heran, kenapa bisa dibiarkan rusak seburuk ini tanpa ada perbaikan yang jelas,” ujar salah satu warga dengan nada kecewa mendalam.
Sudah Dicek Dua Minggu Lalu, Tapi Nol Tindak Lanjut
Warga menyoroti kelambanan penanganan yang dilakukan pihak pengelola air bersih tersebut. Diketahui, sekitar dua minggu lalu petugas ABH sudah turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan. Namun ironisnya, hingga hari ini Rabu (22/04/2026), tidak terlihat adanya upaya perbaikan yang nyata, baik terhadap pipa yang bocor maupun kerusakan jalan yang ditimbulkannya.
Melihat kondisi yang semakin kritis dan berpotensi menelan korban, pada Senin (20/04/2026) pukul 10.00 WIB, perangkat RT dan RW setempat mendatangi langsung kantor ABH untuk menyampaikan keluhan dan laporan resmi.
Laporan diterima oleh petugas Customer Service bernama Debora, yang memberikan tanggapan tertulis bahwa pihak manajemen akan segera melakukan penanganan. Namun hingga dua hari berlalu, janji tersebut belum juga diwujudkan dalam aksi nyata.
Humas ABH Masih "Menunggu", Warga Tunggu Kepastian
Saat dikonfirmasi oleh pihak media untuk meminta keterangan resmi dan jadwal perbaikan, perwakilan Humas ABH hanya memberikan respon singkat melalui pesan WhatsApp.
“Kebetulan masih dalam ruang meeting, setelah itu akan kami beri respon ya Pak,” tulis pihak Humas.
Sayangnya, hingga berita ini diturunkan pada Rabu sore, belum ada keterangan lanjutan maupun kepastian kapan perbaikan akan dilakukan di lapangan. Sikap ini dinilai warga sebagai bentuk ketidakpedulian terhadap keselamatan publik.
Dasar Hukum Kuat: "Siapa Penyebab, Dia yang Bertanggung Jawab"
Warga menegaskan tuntutannya dengan sangat tegas. PT Air Batam Hilir (ABH) tidak hanya bertanggung jawab menambal kebocoran pipa, tetapi wajib mutlak memperbaiki kerusakan jalan hingga kembali layak fungsi dan seperti sedia kala.
Hal ini merujuk pada prinsip hukum yang jelas dan kuat, yaitu:
- Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan, yang mengatur kewajiban memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan.
- Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata), mengenai pertanggungjawaban atas kerugian yang terjadi akibat kelalaian.
“Prinsipnya sangat jelas, kalau kerusakan ini memang diakibatkan oleh pipa mereka, maka tanggung jawab tidak berhenti pada perbaikan pipa di dalam tanah saja. Jalan di atasnya harus dikembalikan sempurna seperti semula. Jangan sampai warga yang menanggung akibatnya,” tegas perwakilan warga.
Warga: Jangan Tunggu Ada Korban Jiwa Baru Bergerak
Masyarakat kini menuntut aksi nyata, bukan sekadar janji manis atau alasan yang berbelit-belit. Mereka juga meminta instansi terkait dan pemerintah daerah turun tangan mengawasi agar kasus ini tidak berlarut-larut.
“Kami minta segera ditangani hari ini juga atau secepatnya. Jangan tunggu sampai ada korban jatuh, cedera parah, atau bahkan nyawa melayay baru mau bergerak cepat. Keselamatan warga dan jamaah masjid harus jadi prioritas utama,” pungkas warga.
Sampai berita ini diterbitkan, lubang menganga di jalan akses Masjid Al-Mukhlisin itu masih menjadi bahaya laten yang mengintai setiap pengguna jalan, sementara kepastian perbaikan dari pihak ABH masih menjadi tanda tanya besar.(Team)
Editor: Sajar
